skip to main |
skip to sidebar
Diposting oleh
zarie-artsview
At
00.59
Terlalu sukar untuk menilaimu.
Pantang bagi siapapun melarangmu.
Dunia adalah sahabatmu.
Walau terkadang dia juga lebih sering menghianatimu.
Khianat terhadap kenikmatan-kenikmatan yang ditawarkannya.
Menjadi sumbu pemicu arah penyesalan.
Terik matahari mengikuti jejak langkahmu menelusuri jalan kecil di sepanjang pematang sawah.
Topi anyaman enau kau jadikan pelindung dari panasnya.
Tulangmu terlalu kuat untuk menjadi tiang penyangga Ampera.
Semangatmu membutakan dosa seorang hamba.
Mata telanjangmu sangat teliti mengintip ke setiap tumpukan jerami-jerami.
Memungut sisa padi yang ditinggalkan petani.
Tidak pantas jika dinafikan sebagai pencuri.
Bila senja tiba, kau bergegas mengemasi kantong putih itu.
Mencari arah jalan menuju persinggahan disetiap malammu.
Menaati hukum alam dalam pembaringan.
Melepas keluh kesah dalam peraduan.
Sedang esok waktu mengundang dalam penantian.
Menanti perempuan-perempuan jerami kembali datang.
30 Juli 2011