Sudah dua jam dia
duduk termenung di pojok stasiun kereta. Pakaian putih merah masih melekat di
badan gadis kecil itu. Persis seragam sekolah tingkat dasar. Matanya memandang
ke segala penjuru arah, menengok ke kanan dan ke kiri layaknya menunggu
seseorang yang akan tiba. Sesekali dia mengusap keringat yang membasahi
keningnya. Petugas stasiun medekatinya lalu mencoba mengajak bicara. Gadis
kecil itu sontak menangis dengan kencangnya. Semua orang disekitarnya dibuat
bingung oleh jeritan tangisnya. Kemudian datanglah seorang lelaki yang
berpakaian rapi dengan sehelai dasi berwarna merah tua yang melilit di leher
kemejanya berlari menghampiri kerumunan itu. Lelaki itu dengan sigap langsung
menggendong gadis kecil itu di pundaknya dan berkata, “dia tidak akan kembali
lagi nak.”
19 Februari 2012


0 komentar: